Kamis, 05 Oktober 2017

Kisah Nyata, Kenapa Aku Harus Segera Pindah Rumah.

Peristiwa ini saya alami sendiri ketika saya menempati rumah bangsal di kota Samarinda, sebuah kisah nyata hingga  saya harus memutuskan untuk segera pindah rumah. Sebuah kisah yang membuat
bulu kuduk merinding hingga kini ketika seorang perempuan tetangga sebelah menceritakan hal yang sangat misterius menurut saya waktu itu.

Kejadian aneh memang sering saya alami ketika itu, singkat cerita ketika saya dan istri berencana menempati bangsal rumah yang menurut saya memang sedikit berbeda suasana nya di banding rumah-rumah yang lainnya. Rumah bangsal yang kami tempati tergolong murah di bandingkan dengan sejenisnya di kota itu. Tempatnya seakan singup/teduh dan kurang bersih, berada di pinggir sungai kecil dan kurang terawat dan banyak rerumputan liar di sekelilingnya. Posisi rumah menghadap ke jalan namun posisi sungai itu berada di tengah di antara jalan dan rumah bangsal yang saya tempati. Kami menempati rumah bangsal tersebut dengan pertimbangan lebih dekat dengan lokasi kerja saya waktu itu.


Sebelumnya saya menempati rumah tersebut duluan sekitar 2 minggu di situ sedangkan istri lagi pulang ke jawa sebelum akhirnya kami berdua menempati rumah itu bersama-sama. Kejadian aneh pertama yang saya alami waktu itu adalah ketika malam tiba, lampu sering kali mati sendiri dan kadang hidup sendiri. Hal ini sekitar 2 minggu saya alami walaupun arus listrik tetap menyala namun lampu hampir setiap ruangan mengalami kejadian seperti itu dan selama itu pula saya agak cuek dengan situasi seperti itu. Karena tuntutan pekerjaan yang berangkat pagi pulang malam, dan setelah pulang langsung tertidur maka hal-hal tersebut kadang tidak terlalu saya perhatikan. Kadang pula  terdengar suara arang jalan, orang mukul-mukul yang sumbernya dari bangsal sebelah yang kosong tak berpenghuni. Kadang saya mendengarkan lagu yang aku putar lewat hp untuk mengusir rasa ngantuk dan rasa takut yang membuat bulu kuduk merinding, dan pada posisi tertentu saya putar juga mp3 ngaji yach saya pikir untuk menghilangkan rasa takut saya waktu itu.

Dua minggu berselang istri saya datang dari acara mudiknya, waktu itu kondisi istri lagi hamil muda  bawaanya senang sih. Tidak lupa saya dan istri saya yang tercinta berkunjung ke kiri kanan tetangga ya per kenalan sebagai warga baru. Hingga akhirnya kami akrab dengan para tetangga tersebut. Suatu ketika ketika berbincang bincang santai tetangga kami ada yang bercerita tentang sebuah kepercayaan setempat yang mengatakan konon katanya di sekitaran tempat tinggal yang baru itu ada hantu kuyang yang mencari mangsanya dengan menghisap bayi baik yang masih di dalam kandungan. Sehingga bayi yang masih di dalam kandungan tersebut bisa hilang secara tiba-tiba, tanpa kami sadari kata-kata tersebut bikin merinding. Namun ada beberapa penangkal agar hantu kuyang tersebut tidak menganggu calon korbannya antara lain seperti bulu landak, kaca pengilon, jarum pentul, guntung lipat kecil, bawang yang semuanya itu harus di bawa kemanapun ibu hamil pergi. Dan saya pun juga di sarankan agar segera mencari barang-barang yang di maksud karena memang konon kejadian seperti itu sempat  pernah terjadi dan kebetulan juga ada saudara istri saya yang pernah mengalami hal serupa.

Pernah suatu ketika terjadi hal yang menyebabkan bulu kuduk merinding, penyebab merinding tersebut ada tatkala ada temen saya yang datang berkunjung ke rumah pada saat habis magrib ketika lagi enak enak ngobrol tiba tiba anak temen saya bernama dinar menjerit jerit ketakutan sambil menunjuk sesuatu di bawah tangga naik ruangan keatas. Seketika bulu kaduk saya merinding kemudian saya lihat di situ tidak ada apa apa, kemudian dinar sambil menangis mengajak pulang.

Selang beberapa hari temen saya bercerita bahwa anaknya sempat melihat sosok menyeramkan menyerupai kucing hitam besar di bawah tangga naik tersebut.

Karena waktu itu istri saya lagi hamil tua, dan untuk menghindari sesuatu yang tidak di inginkan kami sepakat untuk pindah rumah kontrakan. Demikian tadi cerita hantu yang menyeramkan terjadi di rumah kontrakan yang pernah kami tinggali.

2 komentar:

  1. Perbanyak berdoa kepada Allah swt. Insha Allah segala macam gangguan akan sirna. Rumah yang penghuninya rutin membaca Al-Quran akan selalu berkah dan aman.

    BalasHapus

Unggulan

TPST Piyungan Satu-Satunya Tempat Pembuangan Sampah di Bantul

Tempat pengelolaan sampah terpadu Piyungan yang merupakan satu-satunya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu yang ada di Yogyakarta, dari semua k...

Populer Minggu Ini